PUSAT DATA JENDERAL BESAR HM. SOEHARTO

---

Produksi Batu Apung Dimanfaatkan Dengan Baik

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Kamis, 12 November 1987 --- Presiden Soeharto menyarankan kepada Gubernur NTB agar produksi batu apung di provinsi itu dimanfaatkan untuk keperluan dalam negeri, selain untuk kepentingan ekspor. Dianjurkanya pula agar batu apung itu diolah terlebih dahulu, sebelum diekspor, sehingga rakyat setempat mempunyai nilai tambah dari ekspor bahan gaian tersebut.

Demikian dikatakan Gubernur Gatot Suherman setelah menghadap Kepala Negara bersama Bupati Lombok Tengah, Purwoto, di Bina Graha pagi ini.



Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto

Pencabutan Larangan Ekspor Gaplek Luar Negeri

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Selasa, 6 November 1973 --- Presiden Soeharto pagi ini memimpin sidang dewan stabilitas ekonomi Nasional yang berlangsung di Bina Graha. Dalam sidang tersebut antara lain telah dibahas lebih lanjut maslah larangan ekspor bahan makanan yang brlangsung selama ini. Keputusan yang diambil oleh sidang kali ini adalah mencabut larangan ekspor gaplek luar negeri. Sebagaimana diketehui pada bulan Juli yang lalu pemerintah menetapkan melarang para eksportir untuk mengekspor jagung dan ubi-ubian beserta produk yang dihasilkan dari kedua jenis bahan makanan itu. Dengan dicabutnya larangan ekspor gaplek, maka larangan ekspor masih tetap berlaku, kecuali jagung yang tidak memenuhi persyaratan bagi konsumsi manusia.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Pertemuan Direksi PT PP Berdikari

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Senin, 4 November 1968 --- Presiden Soeharto siang ini mengadakan pertemuan dengan para Direksi PT PP Berdikari yang dipimpin oleh Direktur utamanya, Suhardiman SE. Dalam pertemuan tersebut Presiden memberikan pengarahan tentang usaha-usaha yang perlu ditempuh PT PP Berdikari dalam menghadapi kebijaksanaan baru pemerintah terhadap Singapura.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk mengurangi ketergantungan perdagangan di luar negeri Indonesia terhadap Singapura. Untuk itu pemerintah berusaha mendirikan Bondet Warehouse dan meningkatkan barang ekspor seperti karet dll.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo



Presiden Soeharto Mengistruksikan Agar Ekspor Kayu Ramin di Hentikan

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,,


Sabtu, 27 September 1986 --- Hari ini Presiden Soeharto menginstruksikan  agar ekspor kayu ramin dalam bentuk papan pendek dan papan sempit dihentikan. Adapun maksud penghentian ekspor kayu ramin dalam bentuk yang demikian adalah untuk menjaga supaya bahan baku bagi industri mebel dalam negeri dapat terpenuhi. Oleh karena itu, ekspor ramin dalam bentuk papan lebar (board) tetap diizinkan.
Demikian dikatakan Menteri Kehutanan Soedjarwo setelah diterima Presiden Soeharto pagi ini di Bina Graha.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Rayvan Lesilolo

Pebagian Hasil Ekspor Golongan A

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,


Kamis, 19 September 1968 --- Presiden Soeharto hari ini mengeluarkan kebijaksanaan baru tentang pembagian hasil ekspor barang-barang golongan A seperti karet, kopra, lada dan minyak kelapa sawit, biji kelapa sawit dan timah. Kebijaksanaan baru yang termuat dalam Keppres No. 283/1968 menetapkan Bonus Ekspor sebesar 85% untuk eksportir, 5% buat Dana Devisa Negara dan 10% bagi daerah-daerah tingkat I, dalam bentuk Alokasi Devisa Otomatis (ADO).
Sementara itu dalam instruksi Presiden No. 28/1968 Presiden Soeharto menginstruksikan BNI Unit I (Bank Sentral) untuk meninjau kembali suku bunga perkreditan bank-bank pemerintah. Dengan peninjauan itu ditetapkan bahwa suku bunga kredit terendah adalah tiga persen dan yang tertinggi tujuh persen per bulan.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Rayvan Lesilolo

Menteri Perdaganagan Mencabut larangan Ekspor Emas Murni dan Perak

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Sabtu, 9 Agustus 1986 --- Hari ini melalui Surat Keputusan No. 229/ Kp/VIII/1986 Menteri Perdagangan mencabut larangan ekspor emas murni dan perak yang diberlakukan empat tahun lalu. Larangan Ekspor kedua komoditi itu dikenakan pada masa sebelumnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi No. 27/Kp/I/1982 tanggal 18 Januari 1982. Pencabutan larangan ekspor dikeluarkan dengan maksud untuk mendorong ekspor non-migas, sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah beberapa waktu yang lalu. 

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Rayvan Lesilolo

Menerima Menhut, Presiden Soeharto Tekankan Pengurangan Ekspor Rotan Mentah dan Setengah Jadi

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
SELASA, 24 JUNI 1986 Presiden Soeharto memberi petunjuk kepada Menteri Kehutanan Sudjarwo agar bersama-sama Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan dan Menteri Dalam Negeri mengatur pengurangan secara bertahap ekspor rotan mentah dan setengah jadi. Menurut Presiden, pengurangan ekspor itu akan membuka peluang bagi berkembangnya industri hilir di dalam negeri, sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan nilai tambah bagi industri kita. Petunjuk ini diberikan Kepala Negara di Bina Graha pagi ini. (AFR)

___________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 476-477. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003