PUSAT DATA JENDERAL BESAR HM. SOEHARTO

---

Proyek Asahan yang Sudah Selesai Meliputi PLTA Berkapasitas 630 MW

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Senin, 22 Oktober 1984 --- Pukul 10.00 pagi ini, betempat di Cendana, Presiden Seoharto menerima Ketua Otorita Pengembangan Proyek Asahan, Ir AR Soehoed. Dalam petemuan itu Ir AR Soehoed telah melaporkan tentang perkembangan proyek yang dipimpinnya.

Usai menghadap Kepala Negara, ia memgatakan bahwa proyek-proyek Asahan yang sudah selesai meliputi PLTA yang berkapasitas 630 MW denga tiga bendungannya dan jaringan transmisi ke Kuala Tanjung. Selesai itu telah pula diselesaikan pabrik peleburan aluminium yang mampu berproduksi 225.000 ton per tahun serta pemukiman dan prasarana untuk karyawannya. Dikatakannya pula bahwa Presiden Seoharto akan meresmikan selesainya pembangunan fisik proyek Asahan pada awal November yang akan datang.

Malam ini, betempat di Istana Negara, Presiden dan Ibu Seoharto menyelenggarakan jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormati kunjungan Sultan dan Yang DI-Pertuan Negara Brunei Darussalam dan Raja Isteri Pengiran Anak Saleha di Indonesia. Sultan Hassanal Bolkiah tiba di pelabuhan udara internasional Halim Perdanakusuma pukul 12.00 siang tadi, untuk suatu kunjungan kenegaraan selama empat hari. Sebelum jamuan makan malam dilakukan tukar menukar cindera mata. Presiden Soeharto memberikan sembilah keris kepada Sultan Hassanal Bolkiah, dan Ibu Tien memberikan seperangkat peralatan makan dari  perak kepada permaisuri Sultan. Sementara itu Sultan Hassanal Bolkiah memberikan seperangkat tempat minum kepada Presiden Soeharto, dan permaisurinya memberikan tempat buah kepadaa Ibu Soeharto.

Meyambut tamunya di Istana Negara malam ini, Presiden Soeharto megungkapkan keyakinannya bahwa kunjungan Sultan Hassanal Bolkiah ini akan makin mempererat tali persaudaraan dan kerja antara kedua bangsa dan negara. Dikatakan oleh Presiden bahwa ia melihat banyak bidang kerjasama yang dapat dilakukan oleh kedua negara dalam rangka usaha mencapai tujuan masing-masing dan bersama-sama.

Sebelumnya, Kepala Negara jaga menyatakan rasa syukurnya bahwa begitu merdeka, Brunei Darussalam langsung masuk menjadi anggota ASEAN. Menyambut perkumpulan bangsa-bangsa Asia Tenggara ini Presiden mengatakan bahwa tugas ASEAN di tahun-tahun mendatang akan penuh ujian, karena lingkungan sekitarnya dan dunia pada umumnya masih penuh berbagai kerawanan. Hal ini karena dunia masih dicekam oleh berbagai konflik, dan dicemaskan oleh perkembangan ekonomi yang belum menentu. Namun dengan terus memperkuat persatuan dan terus memegang semangat ASEAN, maka citi-cita dan tujuan ASEAN pasti akan terwujud.


Sumber : Buku Jejak langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo