PUSAT DATA JENDERAL BESAR HM. SOEHARTO

---

Pembukaan Kongres ke-9 IKAPI di Hotel Sahid Jaya,Jakarta

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,
KAMIS, 17 MEI 1979

Pukul 09.00 pagi Ini Presiden membuka Kongres ke-9 Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa dewasa ini Pemerintah memang melakukan penertiban buku sendiri. Akan tetapi kebijakan ini bersifat hanya sementara, dan sedikit demi sedikit pengisian kebutuhan akan buku haruslah dipenuhi oleh para penerbit, baik swasta maupun perusahaan negara.

Ditegaskan oleh Kepala Negara bahwa partisipasi para penerbit profesional mutlak diperlukan dalam perkembangan dunia perbukuan di tanah air kita di masa-masa yang akan datang. Diingatkannya bahwa peranan penerbit buku bukanlah hanya melayani keperluan masyarakat akan buku saja, melainkan harus didukung dengan kewajiban dan kewajiban dan kesadaran moril bahwa hasil produksinya akan memberikan arah yang positif kepada pertumbuhan masyarakat kita sebagai bangsa.

Bertempat di Bina Graha pukul 10.00 pagi ini Presiden Soeharto menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat, Edward E Msters. Selesai menemui Presiden, Duta Besar Masters mengatakan bahwa dengan Presiden Soeharto ia telah membicarakan berbagai masalah internasional dan nasional yang dihadapi kedua negara. ia menjelaskan Pemerintahannya mendukung kebijaksanaan Pemerintah Indonesia yang menginginkan adanya suatu tempat pemrosesan pengungsi Indonesia di wilayahnya.
Setelah menerima Duta Besar Amerika Serikat, ditempat yang sama Presiden menerima pula Presidium Dharma Wanita Pusat yang dipimpin oleh Nyonya EN Sudharmono. Dalam pertemuan yang didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Amirmachmud dan Menteri/ Sekretaris Negara Sudharmono tampak hadir anggota presidium lainnya, yaitu Ny. Ali Wardhana, Ny. Suherlan, Ny. Bustanil Arifin, Ny. Umar Wirahadikusumah, dan Ny. Mujono. 

Pada kesempatan itu Presiden meminta kepada organisasi isteri pegawai negeri itu untuk ikut serta mensukseskan program pemerintah dalam Repelita III, terutama program pemberantasan penyakit buta aksara. Selain itu dimintanya pula agar Dharma Wanita juga membantu kelancaran kampanye KB.

Publikasi, Lita.SH