PUSAT DATA JENDERAL BESAR HM. SOEHARTO

---

1971-10-06 Presiden Soeharto Bahas Perencanaan Personalia PNS dan Penyederhanaan Fraksi

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,

Presiden Soeharto Bahas Perencanaan Personalia PNS dan Penyederhanaan Fraksi[1]



RABU, 6 OKTOBER 1971, Presiden Soeharto membahas masalah pegawai negeri dengan Menteri Negara Penyempurnaan Aparatur Negara Emil Salim di Istana Merdeka siang ini. Pembahasan berkisar pada penyempurnaan apar tur negara yang konsentrasinya dalam jangka pendek diletakkan dan ditujukan pada perencanaan personalia. Menurut Emil Salim, jumlah pegawai negeri hingga saat ini adalah 541.873 orang. Dari jumlah itu, pegawai goIongan IV (pegawai tinggi) hanya 6.602 orang (1 %), dan golongan III 52.337 (9%), golongan II 211.506 (39%), dan golongan I 272.428 orang (50%).

Sepanjang sore dan malam ini Presiden Soeharto mengadakan pertemuan konsultasi dengan pimpinan partai-partai politik dan Golkar di Istana Merdeka. Pada pertemuan tersebut Presiden telah menjelaskan hal­hal penting, seperti penyederhanaan kepartaian dan kelanjutan hasil-hasil pemilihan umum, khususnya dalam mcnghadapi sidang-sidang DPR dan MPR. Dalam pertemuan ini pimpinan partai politik dan golkar dibagi dalam tiga kclompok. Pada giliran pcrtama, jam 17.00-18.00, Jenderal Soeharto menerima wakil-wakil PNI, IPKI, Partai Murba, Partai Katolik, dan Parkindo. Partai-partai Islam, yaitu NU, Parmusi, PSII dan Perti diterima pada pukul 19.00-20.00, sementara pimpinan Golkar bertemu dcngan Presiden pada jam 20.00-21.00. Kepada pimpinan organisasi politik itu pada pokoknya Presiden menyampaikan gagasannya tentang penyederhanaan fraksi di DPR. Menurut Presiden, 13 fraksi yang ada sekarang ini akan disederhanakan menjadi empat fraksi. Keempat fraksi itu adalah fraksi-fraksi material-spiritual, spiritual-material, Golkar, dan ABRI. Juga telah disinggung oleh Presiden mengenai fungsi pimpinan MPR. Mengenai masalah-masalah ini Presiden meminta pendapat dari pimpinan partai politik dan Golkar. (AFR).





[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 374-375. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.