PUSAT DATA

PUSAT DATA JENDERAL BESAR HM. SOEHARTO

---

Isu Lemak Babi Meresahkan Masyarakat dan Pengusaha

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Rabu, 17 November 1988 --- Kepala Negara menginstruksikan Jaksa Agung untuk mengusut secara tuntas pelaku utama penyebar isu lemak babi. Yang menjadi pertimbangan Presiden dalam hal ini ialah bahwa isu tersebut meresahkan masyarakat dan para pengusaha, sehingga bisa menggangu perekonomiaan negara. Demikian diungkapkan Jaksa Agung Sukarton Marmosudjono setelah menghadap Presiden Soeharto di Bina Graha pagi ini. Ditambahkan oleh Jaksa Agung bahwa orang-orang sengaja berbuat sengaja itu dapat dikategori sebagai tindak pidana subversi sebab isu-isu itu menimbulkan kegelisahan dan kegoncangan terhadap masyarakat maupun industri.


Sumber : Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto

Menteri Filipina Mengunjungi Presiden Soeharto

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Selasa, 17 November 1987 --- Menteri Luar negeri Filipina, Raul Manglapus, pada jam 09.00 pagi ini mengunjungi Presiden Soeharto di Bina Graha. Ia menemui Kepala Negara untuk membicarakan masalah penyelenggaraan KTT ASEAN ketiga, yang akan berlangsung di Manila pada pertengahan Desember yang akan datang. Dalam pertemuan itu, Presiden sekali lagi menegaskan bahwa ia akan menghadiri KTT, dan sejak semua sama sekali tidak ada keraguan dalam dirinya tentang hal itu. Sekeluar dari kamar kerja Kepala Negara, Menteri Filipina itu mengatakan bahwa pemerintah Filipina sangat berterima kasih atas konfirmasi yang diberikan Presiden Soeharto. Dikatakanya bahwa pemerintahnya menganggap Presiden soeharto sebagai pemipmpin penting di Asia Tenggara.

Pukul 10.00 pagi ini, Presiden Soeharto menerima kunjungan kehormatan Presiden OPEC yang juga Menteri Perminyakan Nigeria, Rilwanu Lukman, Menteri Perminyakan Venezuela, Arturo Hernandes Grisanti, dan Sekertaris Jenderal OPEC, Fadhil al-Cahalabi, di Bina Graha. Dalam pertemuan ini Presiden Soeharto di dampingi Menteri Pertambangan dan Energi, Subroto.

Kepada para tamunya, Presiden soeharto menyatakan mendukung sepenuhnya usaha-usaha yang dilakukan OPEC untuk mengupayakan tercapainya stabilitasi harga minyak yang masih terus berfluktiasi dewasa ini. Dikatakanya Indonesia bisamemahami keinginan beberapa anggota OPEC untuk menaikan harga patokan OPEC menjadi US$18,- per barel, namun yang lebih penting adalah jangan sampai harga patokan itu merusak pasaran.


Sumber : Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto

Penyerahan Bantuan 30 Mobil Sedan Moskovich

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,,,
Rabu, 11 November 1981---Presiden Soeharto secara simbolis menyerahkan bantuan berupa 30 sedan Moskovich untuk Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah Pramuka seluruh Indonesia. Penyerahan itu berlansung di halaman depan Bina Graha pada pukul 10.45 pagi ini.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Presiden Soeharto Membuka Calon Penatar Tingkat Nasional

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Senin, 10 November 1986 --- Bertepatan dengan hari Pahlawan pagi ini Presiden Soeharto membuka calon penatar tingkat Nasional yang diadakan di Istana Bogor. Dalam kata sambutannya, Kepala Negara antara lain meminta agar penataran-penataran kita memberi suasana dan arah sebagai gerakan untuk terus menerus mendalami, menghayati dan mengamalkan Pancasila. Penataran hendaknya jangan menjadi kegiatan yang formal dan rutin yang justru dapat menghambat berkembangnya sikap kritis  dan dinamis dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan Pancasila. Setiap penataran harus membangkitkan kegairahan pesertanya, karena melalui penataran itu makin banyak ditemukan kedalaman dan keseluruhan gagasan-gagasan bangsa kita yang terungkap dalam Pancasila.

Kemudian ditegaskan oleh Presiden bahwa walaupun pemberian nilai-nilai dalam penataran merupakan salah satu cara yang baik untuk memberi kegairahan kepada peserta penataran. Kepancasilaan kita ditentukan oleh sikap dan perbuatan-perbuatan nyata kita dalam mengamalkan Pancasila itu.



Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Penggunaan BBM dalam Negeri Berkurang Sebanyak 2,5 Juta Kiloliter

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Kamis, 4 November 1982 --- Bertempat di Bina Graha, pagi ini Presiden Soeharto memimpin sidang kabinet terbatas di bidang Ekuin yang berlangsung jam 10.00. di dalam sidang hari ini Menteri Pertambangan dan Energi, Prof. Subroto, antara lain melaporkan tentang penggunaan BBM di dalam negeri yang berkurang sebanyak 2,5 juta kiloliter. Ini berarti bahwa pemerintah dalam tahun 1982 menghemat Rp331,725 miliar. Selain itu sidang juga telah membahas masalah pengawasan pembangunan sebagaimana dilaporkan oleh PPLH Emil Salim. Sidang menilai bahwa efektifitas pengawasan pembangunan dan kemampuan aparat pengawasan dalam melakukan tugasnya ternyata meningkat. Secara kuantitatif gambarannya menggembirakan karena penyimpangan makin berkurang, namun secara kualitatif, pengawasan masih perlu disempurnakan.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo



Laporan Menteri Kehakiman kepada Presiden Soeharto

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Senin, 3 November 1986 --- Menteri Kehakiman Ismail Saleh hari ini melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, mengenai telah digunakannya sistem komputer pada  kemigrasian Bandar Udara Soekarno Hatta sejak bulan lalu. Bersama Kepala Bakin Yoga Sugama, Ismail Saleh juga melaporkan tentang selesainya pembahasan RUU peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) di DPR.



Sumber : Buku Jejak Langkah Pak harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Penambangan Liar Merugikan Pemerintah Juga melanggar Peraturan Perundangan

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Senin, 2 November 1987 --- Pukul  11.00 pagi ini Presiden Soeharto menerima Menteri Pertambangan dan Energi Subroto di Bina Graha. Ia datang untuk melapor tentang kegiatan penambangan batubara yang dilakukan kontraktor asing di Kalimantan.

Pada kesempatan itu, Presiden memerintahkan agar segera menerbitkan penambangan emas secara liar yang semakin banyak bermunculan di daerah-daerah penghasil emas. Penambangan liar itu merugikan pemerintah juga melanggar peraturan perundangan yang berlaku. Sebagaimana diketehui  daerah-daerah penghasil emas yang dimaksudkan itu adalah Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto

Editor : Sukur Patakondo

Bantuan Matapancing Untuk Nelayan NTB

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Minggu, 2 November 1986 --- Masih berada di Bali, hari ini Presiden Soeharto menyerahkan bantuan 50 matapancing  bagi nelayan NTB. Matapancing tersebut diserahkan Presiden melalui Gubernur NTB, Gatot Suherman, yang pagi ini datang menghadapnya di Istana Tampaksiring. Pemberian ini merupakan pemenuhan janji Presiden kepada para nelayan NTB sewaktu berkunjung di Sumbawa pertengahan bulan lalu. Waktu itu para nelayan NTB mengeluh karena matapancing yang biasa mereka gunakan tidak cukup kuat jika di hadang ikan cucut dan hiu.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo



Industri dan kerajinan Rakyat Merupakan Satu Jalan Penting Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Sabtu, 1 November 1986 ---Presiden Soeharto menegaskan bahwa pembangunan industri kecil dan kerajinan rakyat bertambah mutlak karena merupakan satu jalan penting untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan rakyat. Industri dan kerajinan rakyat ini merupakan bidang yang memberikan lapangan kerja sangat luas, yang merupakan salah satu tatangan besar pembangunan bertahun-tahun mendatang.

Kepala Negara menegaskan hal itu  ketika meresmikan 175 koperasi Industri dan kerajinan (Kopinkra) di Samunatiga, Gianyar, Bali, hari ini. Koprinka yang diresmikan tersebar di delapan kabupaten yang ada di Provinsi Bali. Dalam rangkaian acara ini Presiden menganugerahkan Stailencana pembangunan kepada enam orang guberur yang dinilai berhasil mengembangkan koperasi . Keenam gubernur tersebut R Soepraoto (DKI Jakarta) , H Ismail (Jawa Tengah), Wahono (Jawa Timur) , Ida Bagus Manta (Bali) , H Azwar Anas ( Sumatera Barat ), dan Achmad Amiruddin (Sulawesi Selatan).



Presiden Soeharto menilai Industri kecil dan kerajinan rakyat memepunyai akar-akar yang kuat dalam masyarakat, malahan sebagai merupakan lapangan kegiatan yang berkembang turun temurun dan merupakan bagian dari warisan kebudayaan Indonesia. Diingatkanya pengalaman negara Industri maju menunjukan industri kecil dan kerajinan rakyat itu justru menjadi tulang punggung pengembangan industri besar.

Mengenai pembinaan dan penenganan industri kecil, menurut Kepala Negara, harus dilakukan dengan kesungguhan terutama melalui sentra-sentra industri kecil yang dewasa ini mulai dikembangkan pemerintah. Dalam penaganan sentera-sentera tersebut, pemberian bimbingan dan penyuluhan agar dilakukan secara terpadu oleh aparat Deprtemen Perindustrian, Departeman Koperasi, Pemerintah Daerah dan sebagainya.



 Sumber : Buku Jejak langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto

Memperdalam dan Memperluas Pembangunan

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Rabu, 28 Oktober 1987 --- Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Presiden Soeharto pagi ini membuka Kongres V Pemuda /KNPI di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Dalam amanatnya, Kepala Negara antara lain mengatakan bahwa dalam Repelita V kita harus memperdalam dan memperluas pembangunan kita. Kita juga harus dapat memperkecil kemungkinan timbulnya hambatan-hambatan yang dapat mengurangi lajunya pembangunan. Apa yang dapat dikerjakan oleh segenap pemuda Indonesia sebagai sumbangan bagi pelaksanaan pembangunan, Khususnya pelaksanaan Repelita V, itulah yang kita harapkan akan menjadi pusat pemikiran dalam kongres Pemuda/Kongres KNPI yang ke-5 ini.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Presiden Soeharto Menerima Peserta EMF

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Selasa, 28 Oktober 1986 --- Pukul 09.00 pagi ini, bertempat di Istana Negara, Presiden Soeharto menerima para peserta Economic Mondial Forum (EMF). Forum yang dipimpin oleh Prof Klaus Schwab dan dihadiri oleh 80 pimpinan perusahaan dari Eropa, 31 perusahaan joint venture, dan 26 perusahaan PMDN itu diadakan di Jakarta dengan kerjasama Kadin Indonesia. EMF yang berkedudukan di Jenewa, Swiss, merupakan suatu organisasi internasional swasta yang besar peranannya dalam pengembangan kerjasama ekonomi internasional.

Dalam sambutannya, kepala Negara antara lain mengatakan bahwa sejak semula Indonesia menyadari bahwa membangun bangsa yang demikian luas wilayahnya, yang demikian besar penduduknya, yang demikian berat tantangannya, merupakan tugas-tugas bersama yang memerlukan keuletan dan ketabahan serta kerja keras. Proses pembangunan Indonesia telah melewati tahap-tahap yang berbeda-beda, akan tetapi tantangannya terus menerus tetap ada.

Ditegaskan oleh Presiden bahwa Indonesia siap menghadapi tantangan itu, sebab Indonesia telah menyiapkan langkah untuk menghadapinya. Adalah kepentingan bangsa ini agar penanaman modal berkembang untuk mendorong pembangunannya. Karena, demikian kepala Negara, adalah kepentingan Indonesia pula untuk menciptakan iklim yang menarik bagi penanaman modal itu, baik PMDN maupun PMA.

Dikatakan selanjutnya oleh Presiden bahwa dengan menanamkan modal di Indonesia, maka perusahaan-perusahaan asing bukan saja akan memetik keuntungan material, tetapi juga memetik keuntungan lain yang tak ternilai harganya, yaitu kepuasan batin didalam menyertai lebih dari 160 juta rakyat Indonesia yang sedang membangun masa depannya. Lebih jauh dikemukakannya bahwa Indonesia yang maju ekonominya memberi kesempatan bagi perkembangan  ekonomi dunia pada umumnya, yang akhirnya berarti kita semua secara bersama-sama memberi sumbangan bagi terwujudnya kehidupan umat manusia yang lebih tenteram , lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih adil. Pada tujuan-tujuan yang mulia itulah sebenarnya terletak muara bersama dari kepentingan kita semua, kepentingan semua bangsa dan semua Negara, kepentingan seluruh umat manusia.

Demikian dikatakan Kepala Negara.

 
Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Kebijakan Baru Perdagangan, Moneter, dan Penanaman Modal

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Sabtu, 25 Oktober 1986 --- Selama satu jam lebih, mulai pukul 11.00, Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan sejumlah menteri di Bina Graha. Para menteri yang hadir dalam rapat itu adalah Menko Ekuin, Ali Wardhana, Menteri Perindustrian, Hartato, Menteri Kuangan, Radius Prawiro, Menteri/Ketua bapenas, Sumarlin, Menteri Perdagangan a.i.,Bustanil Arifin, Menteri Mudah UP3DN, Ginandjar Kartsasmita, Gubernur  Bank Indonesia, Arifin Siregar, Menteri/Sekretaris Negara, Sudharmono, dan Menteri Muda/Sekretaris Kabinet, Moerdiono.

Hasil daripada pertemuan itu adalah dikeluarkannya sejumlah kebijakan baru mengenai perdagangan, moneter, dan penanaman modal. Kebijaksanaan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi lain yang telah ditetapkan tahun 1983.

Presiden soeharto menyetujui bahwa areal bekas pelabuhan udara Kamayoran digunakan untuk lokasi perumahan rumah susun, Pekan Raya Jakarta, perkantoran, dan sarana umum lainnya. Persetujuan tersebut diberikan Kapal Negara kepada team pengelola bekas kompleks Kemayoran yang menghadapkan di Bina Graha siang ini. Team yang diketahui olehh Menteri/Sekretaris Negara, Sudharmono, itu terdiri dari anggota, antara lain, menteri Muda UP3DN, Ginandjar Kartasasmita, Menteri Negara Perumahan Rakyat, Cosmas Batubara, Gubernur DKI Jakarta, Suprapto, Pangdam Jaya, Meyjen. Sugito, dan Direktir Jendral Cipta Karya, Sunaryoko.



Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Percobaan Mobil Dengan Bahan Bakar Ethanol

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Sabtu, 18 Oktober 1980 --- Pagi ini di halaman depan Bina Graha, Presiden Soeharto mencoba mengendarai mobil Volkswagen yang menggunakan alkohol sebagai bahan bakarnya. mobil dengan bahan bakar ethanol itu disumbangkan oleh Pemerintah Brazil untuk Pemerintah Indonesia itu, melalui Menteri Negara Riset dan Teknologi, BJ Habibie. ikut menyaksikan uji coba itu adalah Duta Besar Jerman Barat dan Duta Besar Brazil, sementara Menteri Habibie dan Sesdalopbang Solichin GP berada didalam mobil tersebut.

Kepada Presiden, Habibie juga memperkenalkan mesin pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar methanol. bahan bakar methanol dapat dihasilkan dari batubara, gas alam dan ubi kayu serta ubi jalar. oleh karena bahan bakunya banyak terdapat di Indonesia, maka methanol akan diproduksi di sini.



Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6

Publikasi : Oval Andrianto

Presiden Meninjau Pusat Industri Berat di Korea Selatan

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,,,
Minggu, 17 Agustus 1982 --- Pagi ini Presiden dan rombongan terbang dari Seoul ke pangkalan udara Kim Hae, dan selanjutnya dengan mobil menuju Chang Weon, di ujung selatan jazirah Korea. Disini, sepanjang hari Presiden dan Ibu Soeharto beserta rombongan  meninjau pusat industri berat Korea Selatan.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6

Publikasi : Sukur Patakondo

Presiden dan Ibu Soeharto Menghadiri Pemanen Ikan Kerapu dan Budidaya Kerang Hijau

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,,,
Sabtu, 17 Oktober 1981 --- Bertempat di Gelanggang Samudera Jaya Ancol, Jakarta Utara, Presiden dan Ibu Soeharto hari ini menghadiri panen pertama budidaya kerang hijau dan ikan kerapu. Usaha ini dilakukan oleh Badan Pelaksana Pembangunan Proyek Ancol yang bekerjasama dengan Lembaga Oseanologi Nasional, LIPI. Pada kesempatan itu, Kepala Negara menyatakan keyakinannya bahwa apabila pembudidayaan kerang hijau dan ikan kerapu ini diusahakan dengan baik, hasilnya akan cukup besar. Oleh karena itu, Presiden meminta Departemen Pertanian dengan bekerjasama dengan Kepala Daerah untuk mulai menyebarluaskan dan memberikan penyuluhan mengenai pembudidayaan kerang hijau dan ikan kerapu kepada masyarakat nelayan yang tinggal di pantai-pantai yang memang memungkinkan.


Preseiden Soeharto memberi bantuan 157 ekor sapi kepada peternak di kecamatan Durenan dan pegalan, Jawa Tengah. Ternak-ternak bantuan Presiden itu hari ini diserahkan oleh Bupati Trenggalek, Soedarso, kepada para peternak di kecamatan tersebut.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6

Publikasi : Sukur Patakondo

Presiden Menerima Rudolf Sallinger Selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri Australia

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,,
Sabtu, 13 Oktober 1984 --- Pukul 09.00 pagi ini di Bina Graha., Presiden Soeharto menerima Ketua Kamar Dagang dan Industri Austria, Rudolf Sallinger, yang didampingi oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Sukamdani S Gitosardjono. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Duta besar Austria, Ernst Illsinger. Dalam pertemuan ini telah dibahas usaha-usaha untuk lebih meningkatkan hubungan perdagangan antar kedua negara. Pada kesepatan itu Rudolf SaIllinger menyampaikan kenang-kenangan berupa turbin generator 300 KVA, atas nama Pemerintah Austria. Sebagai balasan Presiden Soeharto menyampaikan satu set buku berjudul 30 Tahun Indonesia Merdeka.

Presiden memberi petunjuk kepada Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Tanaman keras, Hasjrul Harahap, agar segera mengadakan semacam seminar untuk membahas upaya-upaya peningkatan pendapatan petani tembakau, yang umumnya mempunyai lahan sempit, supaya mereka dapat menikmati harga tembakau yang baik. Ini merupakan tanggapan Kepala Negara atas laporan Menteri Hasjrul Harahap pagi ini di Bina Graha, mengenai hasil lawatnnya ke daerah hasil tembakau di Jawah Tengah.

Selain itu Ir Hasjrul Harahap melaporkan juga kepada Presiden mengenai masalah tanaman kapas yang sudah mencapai 250.000 hektar dalam repelita IV ini, sehingga dapat menyerap tenaga kerja sebanyak satu juta kepala keluarga. Masalah yang dihadapi dalam hal ini ialah bibit kapas yang masih diimpor. Untuk itu Presiden meminta kepada PT kapas Indah dan PT Perkebunan mengimpor bibit kapas unggul dalam upaya peningkatan pembibitan dalam negeri.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6

Publikasi : Sukur Patakondo

Presiden dan Ibu Soeharto Menghimbau Masyarakat Agar Perekonomian Indonesia Tidak Terganggu

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,,,
Rabu, 13 Oktober 1982 --- Pukul 09.00 pagi ini, bertempat di KBRI Wasington, Presiden dan Ibu Soeharto beramahtamah dengan masyarakat Indonesia. Pada kesempatan itu, Presiden antara lain menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak begitu terganggu oleh resesi ekonomi dunia, karena ketahahan ekonomi Indonesia kuat berkat hasil-hasil pembangunan yang dicapai selama ini. Setelah menguraikan tentang pembangunan yang sedang berlangsung di tanah air , Presiden membentah anggapan-anggapan sementara kalangan bahwa kunjunganya ke Amerika Serikat dan negara-negara lain sekarang ini adalah untuk mencari bantuan atau mengemis dana. Dijelaskanya bahwa kunjungan ini perlu dilakukan untuk meningkatkan ekspor non-migas, sehingga ketergantungan kita pada ekspor minyak dapat diperkecil.

Jam 10.35 pagi ini Presiden dan Ibu Soeharto dilepas secara resmi oleh Menteri Luar Negeri dan Gorge Scultz di Washington Monument Grounds. Dari sini, dengan menumpang helikopter, Presiden dan Ibu Soeharto terbang ke pangkalan Udara Andrews, dan selanjutnya dengan pesawat DC-10 Garuda meneruskan perjalanan ke Florida dan Houston.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6

Publikasi : Sukur Patakondo

Presiden Soeharto Menerima Menteri Penerangan Papua Nugini di Istana Merdeka

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,,,
Senin, 13 Oktober 1980 --- Menteri Penerangan Papua Nugini, Clement Poye, pagi ini diterima Presiden Soeharto di Istana Merdeka Dalam pertemuan yang singkat itu, Presiden telah menjelaskan tentang fungsi Departemen penerangan di Indonesia, terutama untuk menggairahkan pelaksanaan pembangunan untuk terus menerus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Juga dikatakan oleh Presiden bahwa indonesia dalam perjalanan sejarahnya tidak hanya menunjukkan keberhasilan dan kemajuan, tetapi juga pernah membuat kesalahan-kesalahan. Menurut presiden dalam hal ini Papua Nugini lebih beruntung, kerena dalam berbagai usaha pembangunan akan dapat menghadiri kesalahan dengan mempelajari kekeliruan yang pernah dibuat Indonesia.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6

Publikasi : Sukur Patakondo

Pembukaan Musyawarah Nasional Dharma Wanita yang Ke-2

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,,
Selasa, 11 Oktober 1983 --- Musyawarah Nasional ke-2 Dharma Wanita dibuka Presiden Soeharto pagi ini di Istana Negara. Dalam acara yang juga dihadiri oleh Ibu Tien Soeharto itu, Kepala Negara mengatakan bahwa dalam mengemban tugas-tugas pembangunan  kaum wanita yang tergabung dalam Dharma Wanita khususnya dan kaum wanita Indonesia umumnya dapat dan mutlak memberikan sumbangan. Hal itu ditekankan oleh Presiden karena keberhasilan pembangunan akan ditentukan oleh besarnya peranan dan sumbangan setiap orang, semua lapisan dan semua golongan tanpa kecuali. Dikatakan pula bahwa dalam pembangunan yang demikian itu, kaum wanita jelas harus berperan dan memberikan sumbangan. Baik karena jumlahnya maupun karena peranannya dalam masyarakat, maka tanpa ikutnya kaum wanita, pembangunan akan mengalami hambatan yang tidak kecil, malahan mungkin akan gagal. Demikian Presiden.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6

Publikasi : Sukur Patakondo

Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa 300 Kendaraan

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,,
Sabtu, 11 Oktober 1980 --- Presiden Soeharto di Bina Graha hari ini menyerahkan bantuan pemerintah berupa 300 kendaraan jenis "Mini Car" kepada 150 KUD di berbagai daerah di Indonesia. Bantuan tersebut diterima oleh Menteri Muda Urusan Koperasi, Bustani Arifin, yang kemudian meneruskannya kepada pengurus-pengurus KUD yang bersangkutan. KUD yang menerima bantuan Presiden itu adalah KUD-KUD di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Hubungan persahabatan antara Indonesia dan Bangladesh semakin kuat sejak kunjungan Presiden Soeharto ke sana. Demikian dikemukakan oleh Wali Kota Dakka, Abul Hasnat, setelah melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, pagi ini.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6

Publikasi : Sukur Patakondo