PUSAT DATA

PUSAT DATA JENDERAL BESAR HM. SOEHARTO

---

Peresmian Bendungan Gajah Mungkur

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Selasa, 17 November 1981 --- Hari ini Presiden soeharto meresmikan penggunaan bendungan serba guna Wonogiri, Jawa Tengah. Bendungan yang diberi nama “ Gajah Mungkur” ini merupakan pengembangan untuk memanfaatkan sumber-sumber air Bengawan Solo dan anak-anak sungainya. Dengan adanya bndungan ini, maka banjir yang kerap melanda wilayah aliran sungai ini dapat dikendalikan, disamping kita dapa menambah jaringan irigasi, dan membangun pembangkit listrik tenaga air.

Menyambut peresmian waduk ini, Kepala Negara mengatakan bahwa untuk memenfaatkan dan mengembangkan sumber air dari sebuah sungai saja, kita perlukan waktu yang lama disertai dengan kerja keras dari beribu-ribu orang serta modal yang besar. Padahal, demikian Presiden, pengembangan dan pemanfaatan sumber-sumber air Bengawan Solo ini, baru merupakan satu masalah dari sekian banyak masalah pembangunan. Sedang pembangunan yang kita lakukan ini, tidak saja menangani satu atau dua ataupu beberapa masalah, tetapi beratus-ratus bahkan beribu-ribu masalah beras dan kecil. Dan masalah-masalah yang harus kita tangani juga tidak akan pernah selesai, sebab pembangunan selalu membawa persoalan-persoalan dan tuntutan-tuntutan baru.


Sumber : Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto

Peresmian Bali Hyatt di Denpasar

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Rabu, 14 November  1973 --- Masih berada di Bali, Presiden Soeharto pukul 10.30 pagi ini meresmikan penggunaan Bali Hyatt Hotel di Denpasar. Acara peresmian ini ditandai oleh pembukaan selubung plakat oleh Presiden, dan pengguntingan pita oleh Ibu Soeharto. 

Dalam sambuatannya, Kepala Negara antara lain mengatakan bahwa Indonesia memiliki berbagai kebudayaan dan kesenian yang khas dan menarik, sementara alam kita merupakan pemandangan yang sering mempesonakan disamping pembawaan kita yang ramah tamah. Menurut Kepala Negara, semua unsur itu merupakan daya tarik yang kuat terhadap wisatawan. Akan tetapi ia mengakui bahwa hal itu saja belumlah cukup; karena itu diperlukan fasilitas-fasilitas untuk para wisatawan.

Dikatakan oleh Presiden bahwa pembangunan hotel adalah bertujuan ekonomi, yaitu untuk memperoleh devisa bagi pembangunan, dan salah satu sumber devisa adalah wisatawan. Akan tetapi diingatkannya bahwa pembangunan kepariwisataan bukan hanya sekedar untuk mencapai tujuan ekonomi saja. Melalui kepariwisataan kita juga mengharapkan dapat tumbung saling pengertian dan hormat menghormati antara bangsa-bangsa. Ditegaskannya pula bahwa kita perlu menjaga agar membanjirnya arus wisatawan kemarin tidak akan menggoyahkan nilai-nilai yang kita anggap luhur dan terpeliharanya kebudayaan daerah. Demikian antara lain dikatakan Presiden.

Selesai acara peresmian Bali Hyatt Hotel, Presiden dan Ibu Soeharto meninjau pembangunan fasilitas kepariwisataan lainya. Yang ditinjau oleh Kepala Negara dan Ibu Tien adalah Bali Seaside Cottage, Extension Bali Beach Hotel, dan Pertamina Cottage.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto

Peresmian Pusat Penelitian dan Pembangunan Ternak Bogor

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Senin, 13 November  1978 --- Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak Bogor (P3TB) diresmikan Presiden Soeharto di Ciawi, Bogor, pagi ini. P3TB yang merupakan hasil kerjasama dengan dan bantuan Pemerintah Australia ini memiliki fasilitas yang terlengkap diantara lembaga sejenis yang ada di daerah tropika.

Memberikan amanat ketika meresmikan proyek ini, Presiden mengharapkan agar lembaga ini menemukan teknologi yang tepat, yang mampu meningkatkan tingkat produksi dan produktifitas serta menurunkan biaya produksi. Harapan Kepala Negara ini dikemukakan mengingat fasilitas modern yang ada di P3TB, serta bekal pengetahuan dan pengabdian yang tinggi yang dimiliki para ahlinya.

Presiden juga meminta agar didalam menyusun program-program penelitian P3TB selalu memusatkan perhatiannya kepada strategi, prioritas dan tujuan pembangunan yang telah digariskan dalam GBHN. Dikatakan oleh Presiden bahwa karena GBHN memberikan tekanan yang lebih menonjol kepada segi pemerataan pembangunan dan hasil-hasil yang mengarah pada terwujudnya keadilan sosial, maka semua program penelitian juga harus membantu mencarikan jalan untuk melaksanakan asas pemerataan itu. Demikian Kepala Negara.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto JIlid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto

Peresmian Masjid Panglima Besar Sudirman

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Kamis, 12 November 1981 --- Pagi ini Kepala Negara meresmikan Mesjid Panglima Besar Sudirman di Cijantung, Jakarta Timur. Dalam amanatnya , Presiden Soeharto mengatakan bahwa hanya dengan mengabadikan nama Panglima Besar Sudirman saja, jelas tidak cukup. Yang paling penting adalah justru berusaha meneladani hidup dan perjuangannya yang dengan penuh keyakinan berkorban untuk cita-cita kemerdekaan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Penghargaan dan penghormatan kita yang sesungguhnya terletak pada kesediaan dan kesetiaan kita untuk meneruskan cita-citanya, mengisi kemerdekaan ini, sehingga terwujud masyarakat adil makmur yang berdasarkan Pancasila. Demikian Presiden.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto



Peresmian Bendungan Wlingi

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Sabtu, 12 November 1977 --- Presiden Soeharto hari ini meresmikan berfungsinya bendungan Wlingi, bendungan serba guna Lahor dan bangunan-bangunan perbaikan sungai Kali Porong, di Wlingi, Jawa Timur. Pada Peresmian ini Presiden Soeharto mengingatkan kembali jangan sampai ada pihak-pihak yang mengira pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah sekaramg tidak menghasilkan apa-apa, karena pendapat seperti itu sangat menyesatkan. Tetapi memang dalam pelaksanaan pembangunan mungkin saja terjadi kekeliruan dan kelengahan-kelengahan, tetapi tahap demi tahap kekeliruan tersebut kita luruskan, dan kelengahan yang ada perlu kita ingatkan.



Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto


Peresmian Patung Jenderal Anumentera Gatot Subroto

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Jum’at  11 November 1966---Hari ini Menpagad  Jenderal  Soeharto  meresmikan patung  Jenderal  Anumentera  Gatot  Subroto di geduung  Direktorat Palad, Jakarta . Dalam kata sambutannya, Jenderal  Soeharto  bahwa TNI dalam sikap dan pendiriannya memang tidak berubah. Di dalam setiap pergolakan dan perubahan, TNI selalu membuktikan kesetiaannya kepada Pancasila, Demikian pula, di tengah-tengah segala cobaan dan penderitaan, TNI tidak melepas sikap pendiriannya sebagai inti dan pelopor dalam memperjuangkan tuntutan hati nurani rakyat.

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Peresmian Jalan Tol Tomang -Cawang

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Jumat, 10 November 1989 --- Presiden dan Ibu Soeharto pagi ini meresmikan jalan tol Tomang-Cawang-Rawamangun. Dengan peresmian ini maka sistem jaringan jalan tol yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta beroperasi secara resmi. Dalam acara peresmian acara itu, Presiden dan Ibu Soeharto melakukan peninjauan di sepanjang jalan tol tersebut dengan menumpang sebuah bis.



Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo


Presiden Soeharto Meresmikan Museum Waspada Purba Wisesa

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Selasa, 10 November 1987 --- Dalam rangka memperingati hari Pahlawan, siang ini Presiden Soeharto meresmikan museum waspada purba wisesa yang berlokasi didalam kompleks museum Satria Mandala, di jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Di dalam museum ini terdapat benda-benda yang berkaitan dengan pemberontakan-pemberontakan Darul Islam di Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Aceh.

Menyambut kehadiran museum ini, Presiden mengatakan bahwa dari museum ini kita mendapat pelajaran sejarah, mengenai rangkaian sejarah ancaman terhadap Pancasila yang menggunakan dalih dan menyalahgunakan agama. Dari museum ini kita juga dapat mengambil pelajaran berharga, betapa kita semua sebagai umat beragama dalam negara Pancasila ini harus pandai-pandai menjunjung tinggi kesucian agama dan ajaran-ajarannya.

Dari museum ini kita memang seolah-olah menyaksikan kembali peristiwa-peristiwa di masa lampau yang menggoyahkan sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara kita, yang membahayakan kesatuan bangsa dan negara kita. Tetapi yang lebih penting lagi adalah menanamkan kewaspadaan pada bangsa kita agar pikiran-pikiran yang menyimpang dari dasar negara Pancasila tidak akan muncul lagi buat selama-lamanya. Pesan yang terkandung dalam museum ini adalah agar kita waspada terhadap pertanda semua bahaya, jauh sebelum bahaya itu muncul.

Pada jam 10.00 pagi ini Presiden Soeharto menerima menteri penerangan harmoko di Cendana, seusai pertemuan itu, Harmoko mengatakan bahwa ia datang untuk melaporkan kepada Presiden mengenai rencana untuk menyelenggarakan siaran saluran terbatas (SST) TV. Dijelaskan bahwa dengan sistem itu siaran hanya dapat di tangkap oleh pesawat penerima TV yang dilengkapi dengan peralatan khusus. Diperkirakannya bahwa siaran TV ini sudah dapat mengudara pada bulan Agustus tahun depan.

Menurut menteri penerangan, Presiden pada prinsipnya menyetujui penyelenggaraan STT dengan harapan siaran tersebut bersifat menunjang siaran-siaran umum (SSU) yang selama ini dilakukan TVRI.


 

Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Presiden Soeharto Meresmikan Patung Panglima AKABRI Bagian Darat

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,
Sabtu, 10 November 1979 --- Dalam rangka peringatan hari Pahlawan, hari ini Presiden Soeharto meresmikan patung panglima Akabri bagian darat, Magelang, Jawa tengah. Dalam amanatnya. Kepala Negara mengatakan bahwa Pak Dirman adalah seorang putera yang besar bangsa Indonesia, dan pembangunan monumennya dimana-mana bukanlah untuk mengkultuskannya. Tujuan pembangunan monumen-monumen itu adalah untuk menghormati dan mengenang keprajuritan dan kejuangan Pak Dirman yang penuh keteladanan. Mengenai maksud dibangunnya patung di tengah-tengah ajang penggodokan taruna ABRI ini oleh Presiden dikatakan agar semangat yang dilambangkan dalam patung ini tetap membimbing ABRI yang setia kepada rakyat sepanjang zaman, setia kepada Pancasila dan UUD 1945. Demikian Presiden.



Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Peresmian Proyek Kemanusiaan

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Minggu, 9 November  1969 --- Dalam rangka meresmikan Proyek Kemanusiaan di Irian Barat, Hari ini Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan para wartawan, sosiawan dan para calon donatur bertempat di Istana Bogor. Dalam pertemuan ini telah terkumpul sumbangan dari para hadirin, yang diperkirakan cukup untuk membiayai  4.500 anak di Irian Barat yang masih keadaan primitif. Pada kesempatan itu Presiden mengatakan bahwa generesi Irian yang akan datang harus ditingkatkan kehidupannya agar sejajar dengan bangsa Indonesia lainnya. Presiden juga berjanji akan memberikan pakaian secara terus menerus bagi  rakyat Irian Barat yang masih dalam kedaan  keterbelakang, disamping pendidikan, latihan-latihan dalam bidang peternakan.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Peresmian Pabrik Obat PT Dumex

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Sabtu, 8 November  1969--- Pagi ini Presiden Soeharto membuka secara resmi pabrik obat milik PT Dumex yang terletak di dekat perbatasan Jakarta-Bogor. Pabrik obat ini adalah hasil penanaman modal perusahaan yang berasal dari Denmark. Dalam amanatnya Presiden menegaskan bahwa penanaman modal asing di bidang industri disamping memungkinkan penghematan devisa, juga menjadi pendorong ke arah kemajuan dan peningkatan mutu dari industri nasional. Menyinggung soal industri farmasi Presiden menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah semata-mata dapat menyediakan perbekalan farmasi yang cukup dan bermutu tinggi, tetapi juga harus dengan tingkat harga yang terbeli oleh sebagian besar rakyat.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Presiden Soeharto Meresmikan Proyek Sarana dan Pembangunan

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Selasa, 7 November 1978 --- Sebelum kembali ke Jakarta, pagi ini di kompleks Perum Perkani di Desa Goala, Ambon, Presiden Soeharto meresmikan beberapa proyek sarana dan prasarana pembangunan. Dalam amanatnya, Kepala Negara mengingatkan bahwa harus tiba saatnya penggalian dan pengolalaan kekayaan laut sepenuhnya berada ditangan kita sendiri. Oleh karena itu usaha-usaha dalam bidang perikanan oleh rakyat kita, harus dibina dan dikembangkan sebaik-baiknya. Dalam hubungan ini adanya Fakultas Peternakan dan jurusan Perikanan di Maluku dapat menjadi pusat utama studi perikanan bagi generasi muda bangsa kita. Pendek kata, demikian Presiden, kita harus berusaha untuk mengobarkan lagi  jiwa bahari dan semangat Nusantara yang dulu pernah membuat bangsa kita ini sebagai bangsa yang besar.

Pada kesempatan itu Presiden telah menyerahkan 10 buah kapal nelayan untuk koperasi-koperasi perikanan setempat. Dengan penyerahan itu Presiden mengharapkan agar koperasi para nelayan, pemilik koperasi, akan dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dan dapat meningkatkan penghasilannya.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Presiden Soeharto Meresmikan Proyek Asahan

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Selasa, 6 November 1984 --- Hari ini di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Presiden Soeharto meresmikan proyek Asahan selesai dibangun seluruhnya. Proyek ini merupakan proyek terpadu terbesar yang dibangun dimiliki Indonesia sampai saat ini, sekalipun gagasan pemanfaatan sungai Asahan sudah ada sejak zaman kolonial. Tenaga listrik dibangkitkan dan air terjun Singura-gura dalam proyek ini dipergunakan sebagai sumber tenaga bagi peleburan Aluminium di Kuala Tanjung. Sebagai tanda selisinya pembangunan proyek Asahan, maka dalam acara peresmian hari ini dilakukan penyulutan tungku terakhirnya.

Menyambut beroperasinya proyek Asahan, Kepala Negara mengatakan bahwa dengan terus menumbhkan pusat-pusat penggerak pembangunan yang merata diseluruh tanah air, maka pembangunan kita bukan saja mencapai pertumbuhan yang cukup tinggi, melainkan juga menyebarkan pemerataan. Proyek Asahan merupakan salah satu pusat penggerak pembangunan yang demikian. Tenaga Listrik yang dihasilkan di Asahan, Jalan-jalan raya dan pelabuhan yang telah dibangun, jelas bukan saja untuk mendukung  peleburan aluminium  di Kuala Tanjung, melainkan juga untuk menghidupkan kegiatan ekonomi dan pembangunan yang lebih luas demi kemajuan kesejahteraan rakyat di daerah ini.

Selanjutnya Presiden meminta kepada semua pihak, kepada masyarakat, khususnya kepada Otorita Proyek Asahan, agar dalam mengembangkan pembangunan daerah, dengan penuh tanggung jawab ikut  melestarikan alam dan lingkungan wilayah yang mendukung kekayaan alam ini. Dengan tanggung jawab yang demikian, kita bukan saja mewariskan proyek-proyek yang besar yang bermanfaat bagi generasi-generasi yang akan datang, tetapi juga mewariskan kekayaan dan lingkungan alam yang lestari yang juga merupakan milik generasi-generasi yang akan datang itu . demikian Presiden.

Selain Ibu Soeharto, upacara peresmian dihadiri oleh penjabat-penjabat pusat daerah. Dintara para Menteri Kabinet Pembangunan yang hadir tampak Menteri Kordinator bidang Ekuin, Ali Wardana, Menteri/Sekertaris Negara, Shudarmono, Menteri Dalam Negeri, Soepardjo Roestam, Menteri Perindustrian, Hartato, menteri Pertambangan dan Energi, Subroto, Menteri Koperasi, Bustanil Arifin, dan Menteri Muda/ Sekertaris Kabinet, Moerdiono.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Kepala Negara Meresmikan Sembilan Pabrik dalam Kelompok Industri Kimia Dasar

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Selasa, 3 November 1992 --- Kepala Negara hari ini meresmikan perluasan pabrik-pabrik semen Cibinong, dan sekaligus  pula meresmikan secara simbolis sembilan pabrik lain yang termasuk dalam kelompok industri kimia dasar. Pada kesempatan itu, dalam amanatnya, Presiden meminta para pengusaha untuk mengelola secara bertanggung jawab  pabrik itu dibangun dengan kredit bank, karena pinjaman dari sektor perbankan itu sebenarnya dihimpun dari masyarakat. Jadi, demikian ditegaskan Kepala Negara, secara tidak langsung pabrik ini dibiayai dengan dana yang dihimpun dari masyarakat.

Kepala Negara menyampaikan harapannya agar pemilik pabrik mengembangkan suasana kerja harmonis dengan para pekerja sehingga mendorong karyawan bekerja dengan rasa tentram. Pemerintah akan terus mendorong kreativitas dalam bidang ekonomi agar ekonomi Indonesia mampu bersaing  dengan negara lain. Ekonomi yang tangguh adalah ekonomi yang tersusun dari industri-industri  yang tangguh industri dari kekuatannya berlandasan pada produktivitas dan efisiensi  yang tinggi, yang mampu bersaing dengan barang hasil industri negara lain.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto

Editor : Sukur Patakondo

Presiden Mengharapkan Pembangunan di Timor Timur Dapat terus Maju

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Rabu, 2 November 1988 --- Masih berada di Dili, hari ini Presiden dan Ibu Soeharto meresmikan beberapa proyek pembangunan. Proyek tersebut adalah Kathedral  Imaculada Conecicao, Stadion Dili, STM Negari Dili, gedung kantor Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kovalima dan Viqueque, serta Jembatan Uaimui. Kesemua proyek tersebut menelan biaya sebesar Rp 6, 763 miliar, hampir setengah dari pada, atau sebesar Rp 3, 038 miliar, adalah membiayai pembangunan STM

Dalam sambutannya Presiden mengharapkan agar pembangunan di Timor Timur dapat terus maju, sehingga kesejahteraan dan taraf hidup rakyat dapat makin meningkat. Diingatkannya bahwa tugas kita belum selesai dengan upacara peresmian itu. Menurut Presiden , tugas tersebut malah baru di mulai. Yang harus dilakukan setelah peresmian itu adalah memanfaatkan proyek-proyek itu dengan sebaik-baiknya serta memeliharanya, sehingga dapat berfungsi secara maksimal. Namun ada hal yang lebih penting lagi, yaitu usaha untuk lebih mendorong dan lebih membangkitkan gairah rakyat untuk meningkatkan pembangunan.


Sumber : Buku Jejak langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Peresmian Sembilan Pabrik Industri di Cilegon

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Sabtu, 2 November 1985 --- Pagi ini di Cilegon, Jawa Barat, Presiden Soeharto  meresmikan sembilan buah pabrik industri yang berlokasi  di Zona Industri Cilegon. Kesembilan pabrik yang bernilai Rp 281  miliar ini termasuk dalam kelompok industri hulu yang menghasilkan bahan baku industri plastik, deterjen, dan zat warna. Dengan demikian kelompok pabrik ini akan memperkuat industri plastik dan industri tekstil, sekaligus juga mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan baku impor. Selain Ibu Tien Soeharto, hadir pula dalam acara peresmian ini sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan IV.

Dalam sambutannya, Kepala Negara  meminta agar usaha pemerintah untuk mewujudkan efisiensi secara nasional yang selama ini dilakukan, hendaknya diikuti oleh kalangan industri dan dunia usaha pada umumnya. Sebab, efisiensi nasional, maka kemajuan-kemajuan ekonomi dan pembangunan sampai sekarang kita telah capai dengan susah payah akan kurang artinya, bahkan mungkin dapat menimbulkan kesulitan besar akan kurang artinya, bahkan mungkin dapat menimbulkan kesulitan dikemudian hari. Pemerintah bertekad untuk memberi perlindungan itu tidak mungkin diberikan terus menerus, lebih-lebih kepada industri yang mengabaikan efisiensi.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Peresmian Kilang Bahan Bakar Minyak di Balikpapan

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Selasa, 1 November 1983 --- Masih berada di Kalimantan Timur, Presiden Soeharto pagi ini meresmikan peluasan kilang bahan bakar minyak di Balikpapan. Berbeda dengan kilang-kilang lainya, kilang BBM ini juga memiliki unit hydrocraker, yang untuk membangun dan mengoperasikannya merupakan penguasaan teknoligi tinggi. Disamping itu, perluasan kilang BBM ini juga  dilakukan dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan sehinggah limbahnya tidak akan merusak lingkungan di sekitarnya.

Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan dengan telah selesainya perluasan kilang bahan bakar minyak di Cilacap dan Balikpapan ini, maka ketergantungan kita akan impor bahan bahan bakar minyak makin kita perkecil. Dan Insya Allah, dengan selesainya perluasan bahan bakar minyak akan kita akhiri. Dengan berswasembada bahan bakar minyak, maka ketahanan ekonomi kita bertambah kukuh. Disamping itu swasembada bahan bakar minyak merupakan sumber energi yang sangat penting dewasa ini merupakan bagian dari usaha kita untuk meletakan kerangka landasan pembangunan menuju tahap tinggal landas pembangunan nanti.


Sumber : Buku Jejak langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto



Preseiden Meresmikan Gas Alam di Bontang Kalimantan Timur

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Senin, 31 Oktober 1983 --- Hari ini Presiden dan Ibu Soeharto hari ini meninggalkan Jakarta menuju Kalimantan Timur. Disana, selama dua hari ini, Presiden meresmikan perluasan kilang pencairan Gas alam di Bontang, membuka Musyawarah Nasional  Gerakan Pramuka di Samarinda, dan Meresmikan perluasan kilang bahan bakar minyak di Balikpapan.

Ketika meresmikan perluasan kilang pencairan Gas alam di Bontang hari ini, dalam sambutannya Presiden mengingatkan bahwa walaupun ia meresmikan Proyek-proyek pembangunan yang memakan biaya yang tidak kecil, namun pengetatan ikat pinggang sama sekali tidak boleh dikendorkan. Dikatakannya bahwa Usaha memperbesar dana disatu pihak, harus tetap disertai oleh usaha penghematan dan efisiensi dilain pihak. Kepala Negara mengingatkan bahwa saat ini dan tahun-tahun mendatang sungguh-sungguh harus kita lampaui dengan bekerja keras, semangat tinggi, kewaspadaan, dan keperhatinan. Hanya dengan itulah kita dapat memelihara momentum pembangunan yang kini berada ditangan kita demikian Presiden.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Peresmian Pupuk di Kalimantan Timur dan Bontang

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Senin, 29 Oktober 1984 --- Setiba di Bontang dari Jakarta pagi ini Presiden dan Ibu Soeharto meresmikan Pabrik Pupuk Kalimantan Timur I dan II di Bontang. Dengan selesainya pembangunan kedua pabrik ini, maka produksi pupuk Indonesia akan bertambah lebih dari satu juta ton setiap tahun. Selain itu, kelebihan amoniak yang tidak seluruhnya di gunakan di kedua pabrik itu, akan dapat di gunakan oleh pabrik-pabrik lain yang membutuhkannya.

Menyambut  beroperasinya kedua pabrik baru ini Presiden antara lain mengatakan bahwa dalam membangun industri-industri pupuk khususnya dan industri-industri lain pada umumnya di masa depan, maka yang tidak kalah penting adalah penggunaan segala potensi dalam Negeri kita sendiri. Pembangunan Industri bagi kita bukan hanya dengan mendirikan Industri saja yang sangat penting adalah pembangunan industri itu harus sebanyak mungkin di tangani oleh tenaga-tenaga Indonesia sendiri, termasuk rancang bangun dan perekayasaan. Sebab, kekuatan utama pembangunan kita tidak boleh kita gantungkan hanya pada kekayaan alam, melainkan pada kemampuan manusia.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo

Presiden Meresmikan PT Tifico

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,,,
Sabtu, 29 Oktober 1977 --- Presiden Soeharto Meresmikan beroperasinya pabrik serat sintesis PT Tifico di Taggerang, Jawa Barat. Pabrik tersebut menghasilkan 28.000 ton polyester pertahun, dan kapasitas akan meningkat menjadi 48.000 ton.  Kebutuhan Nasional akan polyester pertahunnya hanya mencapai 45.000 ton. Oleh karena itu mulai saat sekarang kebutuhan akan serat polyester sudah tidak menjadi masalah bagi Indonesia. Berkenaan dengan ini Presiden Soeharto pada peresmian pabrik tersebut mencanangkan swasembada dalam polyester.

Presiden Soeharto memberikan bantuan Pupuk sebanyak 40 ton kepada daerah Bali yang di serahkan oleh kepala perwakilan Pusri Wilayah Jawa Timur , Nusa Tenggara Barat, dan  Nusa Tenggara Timur, Ir.Syahril Jufri, kepada Gubernur Bali Sukarmen di Denpasar. Pada penyerahan itu, Ir,Syahril  Jufri mengatakan bahwa dalam tahun ini Presiden menyumbangkan 1.080 ton pupuk untuk 27 Provinsi, yang masing-masing mendapat 40 ton.

Bibit cengkeh bantuan Presiden Soeharto tahun 1975/1976 masyarakat di daerah tingkat II Jayapura sebanyak 299.558 polong tela di salurkan sejak bulan Juni yang lalu. Penyaluran bantuan Presiden itu di berikan kepada lima kecamatan yaitu Kecamatan Depapre, Denta, Sentani, Abepura, dan Kentuk Gresi.dari jumlah tersebut di berikan kepada 4.642 kepala keluarga petani yang mengajukan permintaan bibit cengkeh anakan. Namun yang terrealisir baru 2.160 petani.  untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bibit cengkeh, Presiden akan memberikan lagi sebanyak 60.000 polong.


Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Oval Andrianto
Editor : Sukur Patakondo