Senin, 22 Juli 1985. --- Presiden Soeharto menerima Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim, di Cendana Usai pertemuan itu, Menteri mengatakan bahwa presiden Seoharto menginstruksikan agar pencemaran lingkungan dikendalikan secara ketat, serta dilakukan pengelolaan terpadu terhadap limbah industri, terutama limbah yang mengandung bahan beracun bahaya, Menteri juga mengatakan bahwa pemerintah aktif bersama dunia usaha dalam upaya mengendalikan limbah bahan beracun berbahaya.
Menteri mengemukakan bahwa Presiden telah memberikan petunjuk mengenai penanganan terpadu untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan di kawasan Danau Toba, yang selama ini hutan pinusnya sering terbakar.
Pukul 10.00 di tempat yang sama Presiden menerima Ketua Lapan, Prof Sunaryo.setelah pertemuan itu, Ketua Lapan mengatakan bahwa Presiden Soeharto menyetujui rencana pembangunan sebuah stasiun Radar Pencatat Data Atmosfir untuk keperluan peramalan cuaca di pontianak. Setelah selesai, stasiun radar yang akan dibangun dengan kerjasama Jepang itu akan dioperasikan oleh Lapan.
Menteri mengemukakan bahwa Presiden telah memberikan petunjuk mengenai penanganan terpadu untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan di kawasan Danau Toba, yang selama ini hutan pinusnya sering terbakar.
Pukul 10.00 di tempat yang sama Presiden menerima Ketua Lapan, Prof Sunaryo.setelah pertemuan itu, Ketua Lapan mengatakan bahwa Presiden Soeharto menyetujui rencana pembangunan sebuah stasiun Radar Pencatat Data Atmosfir untuk keperluan peramalan cuaca di pontianak. Setelah selesai, stasiun radar yang akan dibangun dengan kerjasama Jepang itu akan dioperasikan oleh Lapan.
Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Rayvan Lesilolo

