Selasa, 17 Juli 1990. --- Menteri Perindustrian dan Listrik Arab Saudi, Abdul Aziz al Zamil,pagi ini menghadap Presiden Soeharto di Istana Merdeka sebagai utusan khusus Raja Fahd. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Agama Munawir Sjadzali itu, ia menyampaikan sepucuk surat dan rasa belasungkawa dari Raja Fahd sehubungan dengan terjadinya musibah terowongan Al Mu, aisim di mina yang menewaskan ribuan jamaah haji,termasuk dari Indonesia. Kepada Kepala Negara dijelaskannya bahwa peristiwa tersebut terjadi bukan sebagai akibat dari adanya ledakan, demonstrasi , padamnya lampu aau matinya blower.
Presiden memperlihatkan rasa tidak puasnya terhadap penjelasan yang demikian.Dikatakannya kepada utusan tersebut bahwa ia percaya, pelayanan jamaah haji, tetapi pelayanan itu perlu ditingkatkan dengan semakin meningkatnya jumlah haji setiap tahunya. peningkatan itu hanya mngkin dlakukan apabila kita mengetahui oleh Indonesia dari pemerintah Arab Saudi. agar peristiwa serupa tidak lagi berulang. Dalam hubungan ini presiden antara lain mengusulkan agar pemerintah Arab Saudi membangun satu terowongan lagi.
Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Presiden memperlihatkan rasa tidak puasnya terhadap penjelasan yang demikian.Dikatakannya kepada utusan tersebut bahwa ia percaya, pelayanan jamaah haji, tetapi pelayanan itu perlu ditingkatkan dengan semakin meningkatnya jumlah haji setiap tahunya. peningkatan itu hanya mngkin dlakukan apabila kita mengetahui oleh Indonesia dari pemerintah Arab Saudi. agar peristiwa serupa tidak lagi berulang. Dalam hubungan ini presiden antara lain mengusulkan agar pemerintah Arab Saudi membangun satu terowongan lagi.
Sumber : Buku Jejak Langkah Pak Harto Jilid 1-6
Publikasi : Rayvan Lesilolo

