PUSAT DATA JENDERAL BESAR HM. SOEHARTO

---

1984-08-01 Sidang Kabinet, Presiden Soeharto Minta Teliti Kemungkinan Penghapusan Program Bimas

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,,
Sidang Kabinet, Presiden Soeharto Minta Teliti Kemungkinan Penghapusan Program Bimas[1]



RABU, 1 AGUSTUS 1984, Pukul 10.00 pagi ini Presiden Soeharto memimpin sidang kabinet terbatas bidang Ekuin yang berlangsung di Bina Graha. Dalam sidang hari ini Presiden meminta para menteri terkait untuk memikirkan dan meneliti kemungkinan penghapusan program Bimbingan Massal (Bimas) tahun depan. Dikatakan oleh Kepala Negara bahwa pada saat ini program Bimas hanya mencapai 10 persen dari seluruh areal pertanian. Menurut Presiden keadaan ini membuktikan bahwa para petani sudah memiliki sarana produksi sendiri.

Selain itu Kepala Negara juga meminta agar para menteri dan inspektur jenderal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke daerah-daerah seperti yang dilakukan oleh Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah. Akan tetapi diingatkannya agar hasil dari sidak tersebut ada tindak lanjutnya. Sehubungan dengan laporan W akil Presiden mengenai sidak yang dilakukannya ke Sulawesi Selatan dan Aceh belum lama ini, Presiden meminta supaya hasil sidak itu segera diserahkan kepada para menteri bersangkutan untuk ditindak-lanjuti dalam rangka mengatasi masalah yang ada. Untuk itu Presiden mengingatkan pentingnya pengawasan sebagai unsur penting dalam pelaksanaan pembangunan.

Diantara laporan yang disampaikan kepada Kepala Negara didalam sidang hari ini adalah laporan Menteri Pertanian tentang pelaksanaan “Hari Krida Pertanian” tahun ini. Laporan tersebut menilai bahwa temuwicara yang banyak diadakan dalam rangka memperingati hari itu, membuka kesempatan kepada para petani dapat menyampaikan masalah-masalah yang mereka hadapi.

Kepada Presiden juga dilaporkan mengenai keadaan moneter; antara lain jumlah uang yang beredar dalam bulan Juni yang lalu mencapai Rp8.448 miliar. Sementara itu neraca perdagangan Indonesia pada bulan Mei ialah ekspor senilai US$1.557,9 juta dan impor sebesar US$1.450 juta, sehingga dalam bulan Mei Indonesia mendapat surplus sebesar US$107,8 juta. (AFR)



-----
[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 195. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003