PUSAT DATA JENDERAL BESAR HM. SOEHARTO

---

Amanat Presiden Soeharto di Dalam Pembukaan Sidang ke-6 para Menteri Ekonomi ASEAN.

♠ Dipublikasikan oleh Tim Kerja Media Cendana Nusantara ,
SENIN, 5 JUNI 1978

Pada  jam 09.00 pagi ini bertempat di Istana Merdeka, Presiden Soeharto membuka Sidang ke-6 para Menteri Ekonomi ASEAN. Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa  ASEAN yang kita cita-citakan, yang harus mampu mengurus dan menentukan masa depannya sendiri, terang harus memiliki ketahanan nasional. Ketahanan nasional ini adalah mutlak agar kita mampu dengan selamat melampaui masa-masa yang sulit dalam perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat kita yang terus membangun dan juga perubahan-perubahan yang terjadi di dunia. kerjasama diantara kita di bidang ekonomi dan sosial justru kita galang dengan maksud untuk memperkuat ketahanan nasional kita masing-masing. Karena itu kita terus mencari kerjasama yang tidak berakibat memperlemah ketahanan ekonomi kita masing-masing malahan sebaliknya, harus memperkuat, sebab, kelemahan salah satu diantara kita akan melemahkan kita secara keseluruhan, yang pada gilirannya berarti lemahnya ketahanan regional kita. Apabila ini terjadi, maka kawasan kita akan menjadi ajang perebutan pengaruh diantara kekuatan-kekuatan diluar kita, yang jelas ada sangkut pautnya dengan kepentingan  kita. Demikian  Presiden Soeharto.


Presiden Soeharto menginstruksikan Menteri Pertambangan dan Energi, Prof. Subroto, untuk mengadakan penelitian mengenai prosedur penagihan rekening, terutama dari instansi pemerintah. Demikian diungkapkan oleh Menteri Subroto setelah ia menghadap Kepala Negara bersama Dirut Pertamina, Piet Haryono, di Istana Merdeka pagi ini. Menurut Subroto, tunggakan listrik yang belum dibayar hingga kini sebesar Rp 17,3 miliar.


Pada pukul 10.00 pagi, bertempat di Istana Negara, Presiden Soeharto membuka seminar nasional tentang pengembangan Lingkungan Hidup Dalam sambutannya, Kepala Negara antara lain mengingatkan peserta seminar bahwa dalam melaksanakan pembangunan yang juga sekaligus mengembangkan lingkungan hidup, adalah penting untuk menggunakan hasil sumber alam yang tidak terpulihkan itu secara bijaksana dan terutama dipakai untuk meningkatkan kemampuan rakyat kita meningkatkan taraf hidupnya, sehingga sumber alam yang habis terpakai ini tidak menurunkan kemakmuran bangsa kita. Dalam hubungan ini adalah penting untuk kemakmuran bangsa kita. Dalam hubungan ini adalah penting untuk mengusahakan sumber alam seperti gas, minyak bumi, batu bara dan lain-lain yang lazimnya padat-modal dan tinggi teknologi, dengan cara pembangunan yang memberi dorongan pada kehidupan ekonomi masyarakat sekitarnya.


Selanjutnya dikemukakannya bahwa dalam mengolah dan mengelola sumber alam yang dapat terpulihkan, perlu diperhatikan keharusan melestarikan sumber alam itu kembali. Dengan  pelestarian sumber alam seperti hutan, laut,dan air, maka sumber ini tetap utuh untuk dimanfaatkan secara terus menerus, tidak hanya untuk generasi sekarang ini saja, tetapi lebih-lebih untuk generasi untuk generasi-generaasi yang akan datang.

Publikasi, Lita.SH